Siapa yang Masih Membaca Blog?

Kapan Anda terakhir membaca blog? Atau apakah Anda tahu blog itu apa?

Blog sejatinya adalah singkatan dari weblog (OMG, I can’t believe we’re going back to the basic intro for this haha). Sebenarnya blog sudah ada sejak sekitar 27-28 tahun lalu sewaktu Yahoo! masih punya kanal blog yang bernama Geocities dan ada beberapa platform yang lain. Namun seiring berjalannya waktu, blog baru mulai berbentuk lebih personal sebagai wadah menulis di sekitar tahun 2007-2008 sejak munculnya Blogspot dan, platform yang kita cintai ini: WordPress.

Continue reading

Nyai Ontosoroh

Mungkin saya termasuk terlambat dalam membaca karya-karya Pramoedya Ananta Toer. Terlebih lagi saya dahulu pernah terpapar oleh berita tentang penarikan buku-buku Pram dari peredaran oleh karena isinya yang dianggap terlarang karena terlalu ‘kiri’ pada masa itu. Jadilah saya enggan membaca karya-karyanya dan memilih jalur aman dengan membaca buku-buku sastra yang saya tahu cara berpikirnya penulisnya cukup mainstream.

Sampai akhirnya saya menemukan ‘Bumi Manusia’ setelah sebelumnya saya dengar bahwa filmnya sukses diluncurkan. Maka di tahun 2026 ini saya mulai menekuni Pram lewat penuturannya. Saya sendiri belum selesai membaca buku ini, namun seorang karakter di dalamnya menarik perhatian saya.

Dialah Nyai Ontosoroh, seorang wanita setengah baya berparas cantik dari bumi Pasundan yang bersuamikan seorang Belanda totok, pengusaha yang berpengaruh namun entah kenapa justru tidak disukai di dalam rumahnya sendiri. Nyai mempunyai anak perempuan bernama Annelies yang, sampai saat saya membaca buku ini, masih menjadi incaran Minke, si jagoan kita yang sesungguhnya. Namun sekarang ini saya sedang terpesona pada Nyai Ontosoroh dengan kutipannya yang, saya percaya, sangat terkenal.

Berbahagialah dia yang makan dari hasil keringatnya sendiri, bersuka karena usahanya sendiri, dan maju karena pengalamannya sendiri.

Saya belajar apa dari kalimat Pram yang cemerlang yang keluar dari mulut Nyai itu? Bahwa kemandirian dalam pekerjaan adalah harga diri sejati seorang laki-laki. Dan bahwa berjalan sepenuhnya dalam hasil usahanya sendiri merupakan kado membanggakan yang bisa ia bagikan bagi keluarganya.

Sekian dulu. Nanti saya kabarkan lanjutannya setelah bukunya selesai dibaca.

Halo, Arumbai!

Pada pertengahan tahun 2026 ini saya memutuskan untuk kembali ngeblog. Kenapa demikian?

Bukankah dunia blog sudah lama ditinggalkan dan para pelakunya sebagian menjelma menjadi selebgram? Atau sebagian lainnya yang dulu pernah disematkan gelar seleblog namun sekarang menghilang alias kembali ke kehidupan rakyat jelata?

Memang benar demikian. Namun saya ngeblog bukan karena berhasrat ingin kembali menjadi seleb, namun karena merasa perlu menuangkan pemikiran dari otak yang semakin menua ini ke dalam sebuah wadah yang, menurut saya, tetap baik dan berguna.

Siapakah saya? Nantilah, pelan-pelan kamu juga akan paham kok.

Jadi, salam sehat selalu ya.

P.S. Izinkan saya menggunakan nama Arumbai, nama yang dahulu pernah menjadi identitas komunitas blogger di Maluku ya, di mana saya pun pernah menjadi bagian di dalamnya.